Semangat Invictus Nelson Mandela

William Ernest Henley (1849–1903) merupakan salah seorang pujangga besar yang pernah dimiliki Inggris. Penghormatan kepada Henley bukan hanya karena karyanya yang mengagumkan, tetapi perjuangan hidupnya yang luar biasa.

Pada usia 12 tahun, Henley terkena TBC tulang. Karena penyakitnya itu, salah satu kakinya harus diamputasi. Namun catat fisik yang dideritanya tidak membuat Henley harus menyerah. Ia terus berkarya hingga kemudian ia meninggal dunia pada usia 54 tahun.

Salah satu puisi besar yang ia hasilkan ia beri judul “Invictus”. Henley ingin mengungkapkan tentang jiwa yang tidak boleh dikalahkan. Seberapa besar apa pun cobaan yang harus dihadapi, kita tidak boleh pernah menyerah. Apalagi sampai menyalahkan  kepada Tuhan, karena Ia tidak akan pernah memberikan yang buruk untuk makhluk ciptaan-Nya.

Out of the night that covers me,

Black as the pit from pole to pole,I thank whatever gods may be

For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance

I have not winced nor cried aloud.

Under the bludgeonings of chance

My head is bloody, but unbowed.

Beyond this place of wrath and tears

Looms but the Horror of the shade,

And yet the menace of the years

Finds and shall find me unafraid.

It matters not how strait the gate,

How charged with punishments the scroll,

I am the master of my fate:

I am the captain of my soul.

(William Ernest Henley)

***

Dari malam yang menyelimutiku,

sehitam lubang yang dalam,

Aku berterimakasih kepada Tuhan di manapun ia berada

Atas jiwaku yang tak terkalahkan.

Di dalam keadaan yang menimpaku.

Aku tak mengeluh ataupun menangis.

Di Bawah tempaan Takdir.

Jiwaku berdarah namun tak terpatahkan.

Di balik tempat amarah dan air mata ini.

Hanya mengintip horor kematian.

Namun ancaman bertahun-tahun

akan menemukanku tanpa rasa takut.

Seberapapun kuatnya gerbang.

Seberapapun beratnya hukuman.

Aku adalah Penguasa takdirku

Aku adalah kapten Jiwaku.

 

JIWA yang tidak bisa ditaklukkan itulah yang cocok untuk menggambarkan diri Bapak Bangsa Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia tidak menyerah ketika harus menjadi tahanan politik untuk memperjuangkan sikap antiapartheid-nya. Mandela tidak juga kemudian membenci kelompok kulit putih yang telah menyengsarakan diri dan kaumnya.

Ketika kemudian Mandela memenangi pemilihan Presiden Afsel, maka yang dilakukannya adalah membangun rekonsialisi. Dengan keyakinannya yang tinggi, Mandela mengajak rakyatnya untuk memaafkan apa yang pernah terjadi di masa lalu, tanpa harus melupakannya (forgive but not to forget).

Kebesaran hati Mandela itulah yang membuat Afsel terhindar dari kerusuhan rasial atau pun perang saudara. Sikap Mandela itulah yang membuat Afsel terhindar dari kehidupan yang penuh dengan balas dendam. Dengan rekonsiliasi yang ia bangun, Mandela ingin mengajak seluruh warga Afsel untuk sama-sama membangun negeri mereka.

Namun membangun bangsa bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi di tengah tingginya ketidakpercayaan di antara masyarakat bahwa mereka bisa hidup bersama. Di tengah keraguan banyak orang bahwa orang seperti Mandela, yang hanya seorang tokoh perjuangan, akan mampu memimpin Afsel meraih masa depan yang lebih baik.

Ketidakkompakan bangsa Afsel tercermin dari tim rugbi mereka. Pada permainan yang mengandalkan kekompakan, para pemain Afsel justru asyik bermain sendiri-sendiri. Mereka sama sekali tidak bermain untuk saling menopang bagi kemenangan tim. Akibatnya, tim Afsel dengan mudah selalu menjadi bulan-bulan tim besar seperti Australia, Inggris, atau Selandia Baru.

Persoalan besar dihadapi ketika tahun 1995, Afsel ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Rugbi. Dengan kondisi tim seperti itu, niscaya Afsel hanya sekadar menjadi tuan rumah dan tidak ada kebanggaan yang bisa didapatkan. Padahal inilah momentum besar untuk membangun kebersamaan seluruh rakyat dan sekaligus melahirkan kecintaan serta kebanggaan kepada negeri.

Di sinilah Mandela lagi-lagi menunjukkan pribadi yang tidak mudah ditaklukkan. Secara khusus ia memanggil kapten tim rugbi Afsel, Francois Pienaar untuk datang ke kantor presiden dan berbincang dari hati ke hati. Dengan melepas atributnya sebagai seorang presiden, Mandela menyuntikkan kepada Pienaar tentang peran yang harus dimainkan seorang warganegara, seorang kapten tim olahraga untuk memberikan kebanggaan kepada negerinya.

Kisah nyata tentang perjuangan bangsa Afsel dalam membangun kebesarannya dituangkan secara apik oleh sutradara film AS, Clint Eastwood dalam film yang menggambil judul puisi Henley, “Invictus”. Morgan Freeman dengan cemerlang memainkan peran sebagai Mandela, sementara Matt Damon berperan sebagai Pienaar.

Dialog dari hati ke hati dari dua warga berbeda warna kulit itu menjadi titik balik kebangkitan tim rugby Afsel. Kekompakan di dalam tim kemudian menular ke seluruh negeri.

Apalagi seluruh pemain yang berbeda warna kulit membaur menjadi satu dan kemudian menyebarkan kebersamaan ke seluruh rakyat.  Semua orang segera melupakan perbedaan warna kulit dan mereka bersatu menjadi bangsa Afsel. Semua orang tidak ada yang mau ketinggalan untuk mendukung tim rugbi Afsel sampai akhirnya Afsel membuat sejarah baru menjadi juara dunia rugbi pada tahun  1995. Semangat “invictus”-lah yang diharapkan bisa menginspirasi Tim “Bafana-Bafana” untuk kembali membuat sejarah besar. Melengkapi sejarah yang sudah digoreskan Afsel menjadi negara pertama di Benua Hitam yang mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola.

penala Luar:

http://metrotvnews.com/

Movie Video: “Invictus” (Tak Terkalahkan), sebuah film tentang “Semangat Invictus Nelson Mandela”

  1. nice….gigih berjuang

  2. Blog Baru ane gan, Catatan Sederhana

  1. September 6th, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: