Rinduku Pada Rinjani

 

Herry Clay Pengamen

Sudah tiga tahun barlalu. masih teringat jelas dalam benaku akan perjalanan menapaki gunung rinjani, sebuah gunung yang terletak di pelau lombok-NTB, dengan pemandangan alamnya yang indah, track yang terkenal menantang, dingin, segar, dan begitu mengesankan bagi para pendaki yang pernah/sering menapakinya.

Dulu sebelum mendaki gunung Rinjani,aku begitu ngeri mendengar cerita dari orang-orang, teman dan kerabat yang menceritakan bagaimana perjalanan mereka ketika mendaki di gunung Rinjani. namun anehnya kengerian yang saya alami berubah menjadi sebuah kerinduan dan khayalan-khayalan tinggi pada gunung tersebut setelah saya melakukan pendakian kesana pada tanggal 9 JUli 2007 yang lalu bersama teman sekampung dan teman dari luar kampung yang sudah sering menapaki gunung rinjani. disela-sela waktu bayangan akan indahnya gunung rinjani sering muncul dalam pikiranku, hutan pinus yang terhampar dan berjejer luas di punggunngnya, padang ilalang dikaki bukit, udara yang sejuk, track yang menantang, langit yang begitu indah, terlebih rasa kebersamaan yang dirasakan oleh tim.

Ingin sekali rasanya aku mendaki lagi, lagi dan lagi. tapi mungkin butuh modal yang cukup juga untuk bisa mewujudkannya.  Akhirnya Pada Bulan September 2010, 3 hari setelah Hari raya Idul Fitri, Dalam keadaan sakit Malaria yang menyerangku saat itu,  ku realisasikan tekadku untuk pergi lagi menapaki gunung Rinjani. Semangat yang kuat telah mematahkan panyakit yang sedang ku derita saat itu.

Terimakasih Rinjani karena kau telah memberiku pengalaman yang berharga. Memberiku  pelajaran untuk lebih mencintai alam, memberiku penglihatan bahwa betapa kecilnya manusia di bumi ini,  tidaklah pantas untuk sombong dan membanggakan diri.

Bayangkan Pada suatu hari kamu berada di puncak rinjani, kemudian kamu melihat sekeliling dan melepaskan pandanganmu sejauh-jauhnya, apa yang kamu lihat dan rasakan?

kemudian (Masih dalam bayanganmu) beberapa saat setelah itu, lihat dirimu dan perhatikanlah bahwa begitu kecilnya dirimu diatas puncak gunung itu. seandainya kamu jatuh terpeleset, atau tertiup badai yang begitu besar, siapa yang akan menolongmu?

disanalah kamu akan merasakan bahwa begitu kuasanya Tuhan dah Tuhan maha segala-galanya. Pada saat itulah kamu benar-benar berharap, “semoga Tuhan selalu memberiku keselamatan“.

Info Seputar Rinjani:

Segara Anak dari Puncak Rinjani

Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.[2][3] Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[4] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.

Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.

Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.

Dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.

Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah – matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander – ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan “passion”.

Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.

sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia.

· · Bagikan · Hapus
    • aan ucay
    • December 3rd, 2010

    i like it,,
    rinjani

    • Rivaldo
    • March 3rd, 2011

    asik brada, lanjutkan🙂

  1. nice….

  2. Blog Baru ana gan ,”Catatan Sederhana“…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: